Budidaya Kentang (Solanum tuberosum) sebagai salah satunya tipe usaha tani yang paling memberikan keuntungan. Dari analisis usaha tani, budidaya kentang sanggup memberi keuntungan yang paling berarti untuk petani, bila dilaksanakan secara intens. Salah satunya factor pemasti kesuksesan dalam budidaya kentang ialah terdapatnya bibit yang berkualitas, tentu saja pada harga yang dapat dijangkau oleh petani.
Tetapi tersedianya bibit atau benih berkualitas pada harga gampang dan murah didapat, sampai sekarang ini masih jadi masalah untuk beberapa petani kentang, khususnya di luar Jawa, terhitung di Daratan Tinggi Gayo seperti pada kabupaten Aceh tengah. Umumnya petani di wilayah ini masih memercayakan benih kentang kulaifikasi G-1 dan G-2 (angkatan pertama dan ke-2 ) di luar wilayah, terutamanya dari Pengalengan, Bandung. Jauhnya jarak di antara Pengalengan dengan daratan tinggi Gayo, membuat harga benih kentang jadi benar-benar mahal, disebabkan karena tingginya ongkos transportasi dan penyusutan sepanjang pengiriman.
Untuk meningkatkan benih G-1 dan G-2, memanglah tidak gampang, karena diperlukan benih murni G-0 yang disebut hasil peningkatan kultur jaringan di laboratorium, sementara sampai sekarang ini Gayo belum mempunyai pakar laboratorium kultur jaringan, walau sebetulnya di wilayah ini juga mempunyai Balai Benih Induk (BBI) Kentang komplet dengan laboratoriumnya. Berikut yang selanjutnya ‘memaksa' petani, harus harus datangkan benih kentang G-1 dan G-2 dari pulau Jawa.
Cara yang lain ialah cara bertanam kentang dari stek dengan tunasnya. Langkah ke-2 ini, terakhir mulai umum diaplikasikan petani kentang di Sumber Brantas.
Mekanisme ini digunakan untuk penyiapan akan umbi bibit seterusnya, menanti sampai panen dengan range waktu 90 sampai 120 hari. Baru dapat ditanamkan ke tempat yang bertambah luas, sesudah alami waktu penyimpanan benih yang optimal.
Cara memperbanyak benih kentang dengan stek batang.
Saat memberi keterangan ke penulis yang lakukan sempat berkunjung ke BPBK, Kang Agus dengan detail menerangkan proses pergandaan benik dengan stek batang ini.
Langkah awal ialah menyortir tanaman yang pas menjadi tanaman induk, tanaman terbaik yang hendak jadi sumber stek batang ialah tanaman yang ke arah dewasa di mana daunnya sedikit ada, kurang lebih berusia dua minggu sesudah ditanamkan.
Langkah ke-2 , untuk menahan penebaran virus contact dan beberapa penyakit yang lain, cuci tangan dan pisau dengan detergen atau semprot dengan aduadestl saat sebelum lakukan pemangkasan dan gunakanlah baju yang bersih.
Langkah ke-3 , kerjakan pemangkasan tangkai tanaman kentang 2-3 cm di permukaan tanah. Selanjutnya potongi tiap potongan terdiri dari 1 daun dan akan tunas lalu tanam di media tanam berbentuk polybag kecil atau yang lain yang berisi kombinasi tanah dengan pupuk kandang ditambahkan zat perangsang tumbuh dengan fokus 0,01persen atau 1 ml ZPT digabung dengan 1 ltr air. Untuk menghindar kelayuan, jagalah bahan untuk stek tunas daun dengan kertas lembab.
Langkah ke-4, taruh stek di media dengan tunas di permukaan media secara baik, jauhi overlaping dari daun. Sesudah perakarannya mulai kelihatan (usia 5 - 7 hari), stek bisa dipindah ke media tanam berbentuk kotak kayu yang telah berisi kombinasi tanah, pupuk kandang/kompos dan trichoderma Tanaman ditanamkan dalam barisan, jarak tanam stek bervariatif bergantung lebar daun. Jarak tanaman yang normal di antara 5-7 cm. Tekanlah media tanam, supaya terjadi contact di antara stek dengan media tanam..
Langkah ke-5 , siram dengan semprotan yang lembut, jauhi penyiraman dengan semprotan yang kuat karena akan menghancurkan contact di antara daun dengan media. Membuat perlindungan daun dari kelayuan dan menghindari pencahayaan yang terlampau panas bisa dipakai lindungan berbentuk plastic sarlon atau tipe lindungan yang lain.
Langkah ke 6, umbi kecil mulai tercipta sesudah satu atau dua minggu, dari hasil penaman dengan stek daun ini berbentuk umbi kecil yang disebutkan Tuberlet yang bisa dipanen sesudah semua daun mati atau 4 - 6 minggu sesudah tanam, bergantung dari varietas dan suhu.
Langkah ke-7 , Tuberlet yang dibuat rerata memiliki ukuran 0,5 - 1 cm atau sebesar kelereng kecil, sesudah dipanen, umbi-umbi kecil ini selanjutnya diletakkan pada tempat sejuk tetapi tidak lembab, untuk menggairahkan perkembangan tunas. Sesudah akan tunas mulai kelihatan, benih kentang ‘mini' ini siap jadi benih tanaman untuk ditanamkan di tempat. Karena karakter genetic dari induknya tetap sama, tuberlet yang cuma berbentuk umbi-umbi memiliki ukuran kecil ini, saat ditanamkan di tempat, juga akan hasilkan keproduktifan yang serupa dengan induknya, yaiyu umbi-umbi memiliki ukuran besar. Seperti benih yang dari umbi besar, hasil perbanyakan benih dengan system stek batang ini, bisa juga ditangkarkan kembali sampai turunan ke 5, dengan keproduktifan rerata yang hampir sama dengan benih induknya.
Lumayan gampang kan? , tetapi walau keliatannya gampang dan simpel, pergandaan benih kentang dengan system stek batang ini harus dilaksanakan dengan teliti dan cermat, dan tidak dilaksanakan secara asal-asalan. Yang penting jadi perhatian ialah, sumber stek harus datang dari benih yang betul-betul sehat, demikian pesan Kang Agus.
Untuk tahapan awalnya, lembaga tehnis pertanian bersama penyuluh pertanian yang sempat mengangsu pengetahuan di BPBK berikut yang perlu lebih dahulu cobanya di tempat atau area Balai Penerangan Pertanian (BPP) masing-masing. Sesudah sukses dengan eksperimen itu, selanjutnya mengajak beberapa petani dan peangkar benih untuk belajar bersama mempraktikkan langkah perbanyakan benih dengan system stek batang ini lewat pelatihan tani atau training. Sesudah petani mengusai, penyuluh tinggal lakukan pengiringan dan tuntunan saat beberapa petani mulai mepraktekkan langkah perbanyakan benih ini di tempat mereka.
Dengan kolaborasi yang bagus, Insya Allah, permasalahan kelangkaan dan tingginya harga benih kentang yang sejauh ini jadi masalah untuk petani di Gayo, segera dapat terselesaikan dengan mengaplikasikan ‘ilmu' baru ini. Walau untuk beberapa penangkar benih kentang d Pengalengan, bukanlah hal yang baru, tetapi untuk petani Gayo, masih perlu evaluasi intens untuk dapat adopsi tehnologi perbenihan ini. Mudah-mudahan tulisan simpel ini memberikan faedah, terutamanya untuk beberapa petani kentang.


0 comments:
Post a Comment