Kentang sebagai salah satunya tanaman penting untuk petani karena relatif semakin dapat diletakkan dalam waktu lama dan bisa dipasarkan saat harga sedang naik dibanding dengan sayur yang lain seperti kubis dan tomat hingga dapat hasilkan keuntungan yang semakin tinggi. Sejauh ini kentang sama dengan tanaman yang perlu ditanamkan di dataran tinggi.
Kentang kerap kelihatan ditanamkan petani di wilayah pegunungan dengan tinggi tempat sekitaran 1.000 - 3000 mdpl (di permukaan laut) dan kurang berkembang secara baik jika ditanamkan di dataran rendah. Tetapi tidak berarti kentang tidak dapat ditanamkan di dataran rendah. Kentang bisa ditanamkan di dataran rendah dengan keadaan tertentu. Silahkan kita baca bersama ulasan berkenaan menanam kentang di dataran rendah. Selamat membaca Sahabat Tania!
Tetapi, apa cuma petani di dataran tinggi saja yang dapat menanam kentang? Tidak juga. Kentang juga dapat diperkembangkan di dataran rendah. Yang terhitung tempat dataran rendah ialah bentangan tempat yang elevensinya kurang dari 700 m dpl.
Sebetulnya, kentang terhitung tipe tanaman subtropik yang cuma bisa diperbudidayakan di dataran tinggi, yaitu di atas 100 m dpl dengan temperatur 18220 C. Tetapi, tempat dataran tinggi benar-benar terbatas, hingga area peningkatan agribisnis kentang seakan-akan tinggal dan masa perputaran tanaman jadi benar-benar pendek. Ini menyebabkan berlangsungnya penimbunan hama penyakit yang susah ditangani.
Dengan argumen itu, muncul ide untuk meningkatkan luas area pertanaman ke dataran rendah yang penuhi syarat tumbuh tanaman kentang. Dari sekian tahun eksperimen di beberapa lokasi dataran rendah, rupanya kentang sanggup berumbi normal. Varietas kentang yang tolerir pada temperatur panas dan bisa diperkembangkan di dataran rendah ialah cipanas, DTO-28, LT-1, cosima, dan DTO-33.
Tempat dataran rendah itu harus penuhi beberapa persyaratan supaya bisa ditanam kentang. Ketentuannya ialah:
- Tipe tanah latosol atau alluvial
- Temperatur malam hari 20-27oC
- Ada angin semilir yang jadikan lingkungan jadi dingin dan sejuk
- Ada air pengairan yang cukup, tapi tidak kebanjiran
- Bukan sisa tanaman Solanaceae atau tanaman pisang
Budi daya kentang di tempat dataran rendah ini dicatat Drs. H. Hendro Sunarjono dalam buku Panduan Ringkas Budi Daya Kentang yang diedarkan oleh AgroMedia Pustaka. Lewat buku itu, Hendro mengulas beragam hal yang terkait dengan budi daya kentang ini. Dimulai dari tehnik pergandaan bibit, pembaruan varietas, tehnik bertanam kentang, pengaturan hama dan penyakit, pemanenan, dan analitis usaha tani kentang.
Permasalahan menanam kentang di dataran rendah
Tidak perbedaannya dalam budidaya kentang di dataran tinggi, penanaman kentang di dataran rendah juga memiliki beberapa permasalahan, cuma permasalahannya saja yang dapat berlainan. Beberapa permasalahan yang dapat ada dalam penanaman kentang di dataran rendah diantaranya :
1. Temperatur Udara
Di wilayah tropis seperti pada Indonesia, temperatur udara yang tinggi di siang ingin juga malam hari menyebabkan pembangunan umbi terhalang. Untuk menangani permasalahan ini dapat dilaksanakan dengan tutup permukaan tanah penananam kentang itu, misalkan dengan mulsa jerami.
Karena ada penutupan mulsa jerami itu, karena itu temperatur tanah dan temperatur udara disekitaran tangkai tanaman jadi rendah dan kelembabannya bertambah. Dengan keadaan ini karena itu perkembangan tanaman akan lebih bagus yang pada akhirnya umbi kentang bisa tumbuh lebih bagus juga..
2. Jarak Tanam
Jarak tanam kentang di dataran rendah usahakan lebih rapat, misalkan 30 X 50 cm. Dalam jarak tanam yang lebih rapat, karena itu ruangan antara tanaman lebih sempit karena perkembangan tunas cabang khusus bisa lebih cepat dan relatif banyak dibanding dalam jarak tanam yang lebih jarang-jarang.
Tanaman kentang yang ditanamkan dalam jarak yang lebih lebar yang sejauh ini dilaksanakan petani, misalkan 30 X 70 cm akan mengakibatkan ruangan antara tanaman lebih terbuka karena perkembangan tunas cabang khusus lebih lamban dan sedikit.
3. Gempuran Penyakit Layu bakteri
Kentang yang ditanamkan di dataran rendah, gempuran penyakit layu bakteri biasanya lebih kronis dibanding dengan kentang yang ditanamkan di dataran tinggi. Untuk menangani ini diantaranya bisa dilaksanakan dengan membuat selokan draenase yang selalu berperan baik hingga air yang terlalu berlebih gampang kebuang. Disamping itu, pakai pupuk kandang yang betul-betul telah masak/masak.
4. Gampang Tergenangi Air
Tidak disangsikan kembali, kentang yang ditanamkan di dataran rendah, pada musim penghujan tanaman gampang tergenangi air, apa lagi bila hujannya deras dan tempat penanaman kentang draenasenya buruk atau mungkin kurang berperan baik pada menyalurkan air yang terlalu berlebih. Maka dari itu untuk menghindar tanaman kentang tergenangi air, buat draenase yang bisa menyalurkan air secara baik saat hujan hingga air yang terlalu berlebih gampang kebuang dari area pertanaman kentang.
Agar kentang tidak gampang tergenangi air, tanamlah kentang pada musim kemarau, tapi tanaman masih tetap memperoleh air dengan cukup atau ditanamkan di akhir musim penghujan saat air masih ada cukup.
Cara menanam kentang di dataran rendah
Penanaman kentang di dataran rendah hampir sama dengan penanaman kentang di dataran tinggi. Pada garis besarnya, tempat diproses dan dibikin bilikan dengan lebar 100 - 110 cm. Kemudian, berikan pupuk kandang yang masak sekitar 20 - 30 ton/ha yang digabung secara rata pada bilikan tempat penanaman kentang.
Pada tempat penanaman kentang buat draenase sedalam 30 cm dan lebarnya 30 cm. Sama ukuran draenase ini, karena itu air tidak gampang menggenangi pertanaman.
Tugas selanjutnya, buat lubang tanam ukuran 10 - 15 cm dengan kedalaman 20 cm pada bilikan yang telah dipersiapkan itu. Jarak tanam antara lubang, pada sebuah baris 30 cm dan jarak antara baris 50 cm. Dengan penanaman semacam ini, karena itu setiap bilikan berisi dua baris tanaman kentang dengan komunitas 66.000/ha. Kemudian, benih kentang ditempatkan ke lubang lalu dikasih pupuk bikinan
Tipe pupuk bikinan yang diberi itu sebagai kombinasi di antara pupuk N (150 - 200 kg), P2O 5 (20 - 180 kg) dan K2 O (100 kg) tiap hektarnya. Setelah benih kentang dikasih pupuk bikinan, lubang tanam itu selekasnya ditutup dengan tanah lembut.
Untuk penanaman kentang di dataran rendah, pakai benih kentang yang telah bertunas sejauh ? 2 cm karena lubang tanamnya cukup dalam. Dengan benih semacam ini, karena itu tunas umbi kentang itu akan cepat ada ke atas permukaan tanah.
Benih kentang yang telah ditanamkan itu dirawat secara baik seperti mestinya agar perkembangan kentang maksimal hingga umbi kentang yang didapatnya nanti sama sesuai keinginan. Untuk menjaganya, kerjakan pengairan atau penyiraman yang cukup, berikan pupuk yang ideal, membersihkan gulma yang ada dan melakukan pengaturan hama dan penyakit yang akurat.



0 comments:
Post a Comment