Mengenal 4 hama dan Penyakit pada Tanaman Porang Yang Anda Harus Waspadai

Friday, April 29, 2022

 

hama dan Penyakit pada Tanaman Porang

Tanaman Porang atau bahasa latinnya Amorphophallus Muelleri Blume sebagai tanaman tipe umbi-umbian. Tanaman ini tolerir lindungan sampai 60 persen.

Porang bisa tumbuh pada tipe tanah apa saja pada ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Tanaman itu memungkinkan diperbudidayakan di tempat rimba di bawah lindungan tegakan tanaman lain.

Sementara, pembibitan porang bisa dilaksanakan dari potongan umbi tangkai atau umbinya yang sudah mempunyai titik tumbuh atau umbi katak (bubil) dan biji (dari bunga) yang ditanamkan secara langsung.

Sebagai tanaman budidaya yang baru disukai petani dan belum mempunyai daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) khusus pada tanaman itu, tentu saja pestlist OPT jadi penting untuk dilaksanakan.

penting ketahui hama dan penyakit yang serang tanaman porang supaya sanggup jaga kualitas produksi secara maksimal.

5 Hama dan Penyakit pada Tanaman Porang


Ini 5 Hama dan Penyakit pada Tanaman Porang, diambil dari situs Direktorat Pelindungan Tanaman Pangan:

1. Ulat Daun



Ulat ini makan daun dan tangkai. Saat diserang, tanaman akan kekurangan gizi, hingga perkembangannya terhambat. Untuk pengaturan, petani dapat lakukan ambil dan penghimpunan ulat untuk dihilangkan secara manual.

Penerapan insektisida dengan bahan aktif metomil 40 % digabung dengan kalsium dan perekat bisa juga dipakai. Jumlah insektisida bisa juga dipertambah bila tidak ada imbas peralihan sesudah 5 hari penyemprotan.

2. Nematoda


Gigitan nematoda pada umbi porang diikuti dengan timbulnya puru pada umbi porang. Umbi porang hancur, selanjutnya membusuk. Pembusukan ini terjadi jika infeksi nematoda dibarengi oleh patogen dan jamur. Perkembangan terhalang karena tanaman tidak bisa mempernyerap elemen hara dari dalam tanah.

Pengaturan perputaran tanaman dan mengaplikasikan skema tanam kombinasi atau tumpangsari (polikultur) dapat dilaksanakan petani untuk menghindar nematoda. Terhitung memakai bibit bebas nematoda, dan jaga sanitasi lingkungan pertanaman (bersihkan beberapa sisa tanaman terkena) dan memproses tempat yang betul dan baik. Ditambahkan, memakai pestisida nabati (konsentrat mimba, tagetes dan jarak).

3. Belalang


Belalang bisa mengakibatkan tidak berhasil panen jika sudah membuat sebuah koloni atau barisan. Hewan itu sukai makan dedaunan tanaman porang sampai berlubang. Sudah pasti selainnya bisa kurangi kualitas tanaman, bisa juga merintangi proses fotosintesis tanaman.

Anda dapat lakukan pembasmian barisan telur dengan pemrosesan tanah langsung, dengan penangkapan belalang memakai jala untuk langsung dihilangkan. Pengaturan hayati berbentuk program agens hayati dengan metharrizium anisopliae dan beauveria bassiana; dan program pestisida nabati dari konsentrat akar daun mimba dan tuba.

4. Jamur Porang (Selerotium sp, Rhyzoctonia sp, dan Cercospora sp)


Jamur ini biasa serang katak porang dan bibit. Untuk pengontrolannya, bibit porang yang hendak dipakai dapat dicuci secara perlahan-lahan supaya tidak menghancurkan tunas. Seterusnya bibit porang dipendam sepanjang 30 menit dalam larutan agen hayati lalu dijemur sampai cukup kering untuk ditanam.

5. Siput dan Bekicot


Bila terserang oleh siput atau bekicot, sisi ujung umbi rusak. Selainnya serang umbi tanaman porang, bekicot atau siput serang di saat tanaman ini masih juga dalam wujud puncak muda. Bekicot atau siput akan tinggalkan ciri-ciri pada tanaman suweg ialah jadi berlendir dan ada kotoran yang ditinggal.

Pengontrolannya cuma dapat dengan ambil dan penghimpunan siput atau bekicot.

0 comments:

Post a Comment