Sempat diacuhkan dan dipandang seperti makanan ular, reputasi porang (Amorphophallus muelleri) sekian tahun ini semakin bertambah. Cerita seorang petani di Jawa Timur sebagai miliarder karena poranglah sebagai pemicunya. Tanaman umbi-umbian ini disukai pasar export, khususnya dari Jepang, Tiongkok, Vietnam, dan Australia.
Mulai sejak itu, porang makin disukai untuk diperbudidayakan. Langkah pergandaannya sendiri bermacam, baik generatif atau vegetatif lewat umbi tangkai, cabutan, stek daun, stek umbi, dan bulbil. Meskipun begitu, umbi dan bulbil dipandang seperti langkah pergandaan yang termasuk paling efisien.
Satu tanaman bisa hasilkan 1-20 bulbil dengan wujud dan ukuran yang bermacam bergantung terletak pada percabangan tulang daun. Bulbil bisa dipanen saat tanaman masuk babak penuaan dan mendekati dorman.
Bulbil untuk benih datang dari tanaman yang telah tua dengan warna daun menguning, daun dan batang daun layu, dan benih gampang dilepaskan. Pada tanaman yang fresh, bulbil melekat semakin kuat dan buruk untuk jadi benih.
Ukuran bulbil yang bisa menjadi benih bermacam. Tetapi bila ingin menanamnya langsung di atas lapangan, tentukan bulbil berdiameter >2,5 cm. Dalam pada itu, bulbil memiliki ukuran kecil seharusnya disemai lebih dulu di kotak kayu/bak/polibeg.
Adapun langkah persemaian porang dengan bulbil ialah seperti berikut:
(1) Persiapkan kombinasi pasir dan tanah/kompos sebagai media persemaian,
(2) Bulbil disemaikan dengan status mata-matanya mengarah ke atas supaya cepat bertunas, dan
(3) Benih siap dipindahkantanamkan ke tempat sesudah.
Porang dapat ditanamkan dalam jarak tanam awalnya sama sesuai jarak optimum (35 - 70 cm) atau diperluas 2-3 kali dalam perubahannya. Jika jarak tanam tidak diganti dari sejak awalnya sampai panen, bulbil yang jatuh diambil dan tidak ditanamkan selama saat penanaman.
Dalam pada itu, peralihan jarak tanam dilaksanakan dengan menanam bulbil paling besar yang jatuh pada musim dorman transisi pertama bersebelahan dengan tanaman porang yang pertama kalinya ditanamkan dalam jarak optimum.
Peranan peralihan jarak tanam awalnya pada tanaman porang yaitu memastikan supaya 3 tahun selanjutnya, porang bisa dipanen satu tahun sekali. Disamping itu, jumlah benih bulbil yang dipakai pertama kalinya sedikit dan tidak memerlukan ongkos yang besar.
Tanaman Porang mempunyai beberapa transisi perkembangan di mana satu transisi berjalan sepanjang 12 - 13 bulan. Transisi pertama dan ke-2 sebagai babak perkembangan vegetatif, hingga panen biasanya dapat dilaksanakan di transisi ke-3 .
Langkah Budidaya Menanam Porang, Ditanggung Sukses Cepat Panen
Pembersihan dan penyiapan tempat
Saat sebelum melakukan pembersihan tempat dari rumput, lihat waktu penanamannya. Bila sebagai bibit ialah tanaman porang cabutan, karena itu cuma bisa ditanamkan pada periode penghujan dan pembersihan tempat juga dilaksanakan pada periode penghujan itu.
Rumput yang menyebar di tempat seharusnya dibikin bersih lebih dulu, hingga tempat bisa dipakai sebagai tempat tanam bibit porang. pembersihan rumput bisa dilaksanakan dengan manual atau kimia.
Pembersihan rumput dengan manual bisa memakai tangan, sabit, atau alat yang lain. Yang penting jadi perhatian ialah pembersihan rumput harus sampai akarnya.
Langkah pembersihan rumput secara kimia yakni dengan menyemprot bahan kimia pada rumput. Seharusnya pilih herbisida (bahan kimia) yang memiliki sifat mekanismeik supaya rumput mati sampai akarnya. Nantikan rumput kering dan mati, kemudian mengumpulkan menjadi satu. Pendamlah rumput kering itu sampai membusuk dan jadi pupuk.
Penanaman
Dalam aktivitas penanaman bibit porang, perlu memerhatikan waktu penananam, langkah menanam, dan jarak tanam.
Waktu penanaman disamakan dengan tipe bibit porangnya. Bibit porang dari umbi dan bubil (ukuran 2.5 cm) tak perlu disemai lebih dulu. Bibit tipe ini dapat segera ditanamkan pada musim kemarau.
Bibit porang yang dari biji, cabutan, bubil (ukuran kecil), stek daun, dan stek umbi perlu disemai terlebh dulu. Sesudah penyemaian, bisa ditanamkan di awal musim hujan. Ini sebagai saat yang pas untuk menanamnya.
Langkah menanam juga berbeda, sesuai tipe bibit porangnya. Bibit yang dari umbi, bisa ditanamkan dengan tunas dibalik atau tidak dibalik. Tunas dibalik atau mungkin tidak dibalik tidak memengaruhi berat umbi. Dan untuk bubil, penting diingat saat penanamannya supaya mata - mata bubil tidak dibalik. Bila kebalik bubil tidak bisa tumbuh jadi tanaman porang.
Perpindahan bibit yang dari persemaian biji, stek daun, dan stek umbi ke tempat, sebaiknya hati - hati supaya akarnya masih tetap utuh. Penanaman dilaksanakan dengan masukkan akarnya ke lubang tanah, selanjutnya menutupnya dengan tanah.
Jarak tanam awalnya bibit porang ialah 35 - 79 cm (bubil) dan 35 - 90 cm (umbi). Apabila sudah hasilkan katak, jarak awalnya tanam bisa dirubah atau mungkin tidak dirubah. Masing - masing mempunyai kelebihan sendiri.
Jarak tanam awalnya bisa dirubah jadi 2 atau 3x dari jarak awalannya. Arah peralihan ini untuk memungkinkannya penanaman bubil besar yang jatuh saat musim dorman yang pertamanya kali. Dengan peralihan jarak, permudaan tanaman porang akan terbangun dan sesudah tiga tahun bisa panen tiap tahun. Tetapi, panen umbi pertamanya kali tidak sekitar langkah jarak tanam yang tidak dirubah.
Jarak tanam yang tidak dirubah hasilkan panen pertama yang banyak, tetapi permudaan tidak jalan hingga panennya cuma sekali.
Penyiangan
Penyiangan perlu dilaksanakan dengan teratur, hingga tanaman porang tidak tertanggu rumput liar. Penyiangan bisa dilaksanakan dengan manual atau kimia. Bila dilaksanakan secara kimia penting diingat waktu penyiangannya. Jauhi penyiangan secara kimia saat tanaman porang dalam transisi vegetatif, karena bisa membunuhnya.
Rumput yang telah disiangi bisa ditempatkan dari sisi tanaman porang supaya jadi pupuk atau gizi.
Pemupukan
Pemupukan dilaksanakan sesudah penyiangan, hingga pupuk bisa diserap oleh tanaman porang dengan optimal, tanpa berkompetisi dengan rumput simak. Saat yang pas untuk pemupukan ialah tiap tanaman porang dalam transisi vegetatif. Tanaman porang yang siap panen harus alami 3x transisi vegetatif.
Pendangiran
Pendangiran perlu dilaksanakan supaya tanah disekitaran tanaman gembur hingga membenahi karakter fisik tanah, dan memicu perkembangan tanaman untuk hasilkan umbi yang lebih berat.
pendangiran dengan mengubah dan memupuk tanah dilaksanakan dengan hati - hati agar akar tanaman porang tidak terusik. Bila akar terusik bisa menyebabkan kematian pada tanaman.
Pemanenan
Pemanenan dilaksanakan pada periode kemarau. Panen seharusnya dilaksanakan saat tanaman telah alami transisi vegetatif minimum 3x dan periode dorman/istirahat 2x. Transisi vegetatif yang siap panen mempunyai ciri-ciri tangkai semu atau batang daun terkulai dan dan memulai menguning. Umur maksimal tanaman porang siap panen ialah tiga tahun.


0 comments:
Post a Comment